Konsistensi Menulis: Perjuangan dan Kemanfaatan di Bulan Puasa

Menulis
Foto oleh energepic.com: https://www.pexels.com/

Kadang saya suka iri dengan seorang yang kondisi keluarganya tergolong kurang mampu secara ekonomi, tetapi tidak mau berutang. Kadang, saya juga suka iri dengan orang yang terus menulis tanpa dibayar. Kadang, saya iri dengan orang yang berhasil ikut berbagai event menulis dengan konsisten. Lalu, saya bertanya sendiri,"Kenapa saya tidak seperti mereka?"


Pertanyaan menggelitik itu kadang hadir tanpa diminta dan memerlukan jawaban dari diri ini. Pertanyaan yang membuat saya menggigit jari karena ketidaktahuan alasannya. Alasan klasik seperti kelelahan tidak bisa diterima akal. Orang yang punya kerjaan banyak saja bisa terus menulis dengan konsisten, masa' kamu tidak bisa? Tuh, kan bertanya lagi!

Menulis: Ibadah dan Kontribusi untuk Diri dan Masyarakat

 

Menulis

Menulis adalah kegiatan menggunakan salah satu anggota tubuh, yaitu tangan ini telah ada sekitar tahun 3000 SM. Pada saat itu bangsa Sumeria mencari alat bantu untuk pencatatan transaksi perdagangan dengan menggunakan aksara paku. Lalu, perkembangan tulis menulis ini terus berkembang hingga sekarang dan digunakan oleh berbagai wilayah di dunia.


Menulis menjadi kegiatan yang menghasilkan sesuatu simbol dan mengandung maksud tertentu. Menulis menggunakan segenap pikiran dan perasaan. Hasil dari cipta dan karsa dari menulis ini bisa dipahami oleh orang sekitar. 

Menulis: Cara Saya Menikmati Hidup dan Mengasah Diri

 

Blogger. Foto oleh Tony Schnagl: https://www.pexels.com/

Menulis bukan sudah lama kutekuni, tetapi seringnya aku keteteran dengan rutinitaskku sebagai seorang IRT. Sejak aku mulai membeli sebuah domain pribadi, aku memang berniat mengaktifkannya. Sayangnya, niat itu kadang timbul, kadang tenggelam.


Maka ketika ada sebuah event, aku menargetkan untuk diriku agar bisa ikut meskipun tertatih. Tidak banyak yang bisa kulakukan dari sebuah blog, yaitu menulis dengan kemampuan apa adanya. Keilmuan menulis yang sangat dangkal tidak menghalangiku untuk turut serta dalam kegiatan menulis yang menurutku pantas diikuti.