Navigasi

Menulis: Cara Saya Menikmati Hidup dan Mengasah Diri

 

Blogger. Foto oleh Tony Schnagl: https://www.pexels.com/

Menulis bukan sudah lama kutekuni, tetapi seringnya aku keteteran dengan rutinitaskku sebagai seorang IRT. Sejak aku mulai membeli sebuah domain pribadi, aku memang berniat mengaktifkannya. Sayangnya, niat itu kadang timbul, kadang tenggelam.


Maka ketika ada sebuah event, aku menargetkan untuk diriku agar bisa ikut meskipun tertatih. Tidak banyak yang bisa kulakukan dari sebuah blog, yaitu menulis dengan kemampuan apa adanya. Keilmuan menulis yang sangat dangkal tidak menghalangiku untuk turut serta dalam kegiatan menulis yang menurutku pantas diikuti.


Niat Awal Ikut Challenge

Kali ini saja, niat awalnya mau ikut sejak awal, tetapi kenyataannya begitu menyedihkan. Aku baru bisa menuliskan tulisan ini sebagai tanda keikutsertaanku dalam challenge Blogspedia.


Aku mencoba mengikuti alur dan arus dengan terus berpegang pada prinsipku. 'Aku akan ikut sampai aku merasakan bahwa aku sudah berhasil menjalani challengenya'. Harapan yang sepertinya sangat sulit, tetapi aku tetap berharap hal itu terjadi padaku.


Aku pikir dengan mengikuti challenge Blogspedia ini, menjadi awal baru bagiku untuk mengisi blogku. Sebab seperti dulu, blogku menjadi bagian dari perjalanan menulisku.


Sebagai awal baru dalam perblogan untuk lebih aktif lagi, blogging sebagai jalan ninjaku untuk mencoba memahami hidup dan kehidupan. Tulisan yang ada di dalamnya seputar apa yang ada di sekelilingku, termasuk keberanianku dalam mengikuti berbagai lomba menulis. 


Kadang dalam mengelola blog aku sering dibuat bingung tentang hal-hal teknis. Padahal aku paling tidak menyukai keribetan tentang SEO dan apa-apa yang menyertainya. Aku merasa paling ribet untuk memahami apa saja yang dibutuhkan oleh sebuah blog. 


Alhasil, ketika ada event yang isinya dan penilaiannya berkaitan dengan SEO, aku mundur dulu. Aku hanya menyukai hal-hal yang praktis. Makin kupelajari tentang SEO, makin pusing aku dibuatnya. Emang yang ahli SEO itu tuh TOP banget. Salut deh untuk orang-orang yang ahli dari per-SEO-an.


Niat Ngeblog

Seperti halnya niatku ngeblog, aku hanya mau berbagi tulisan dan menulis dari hati. Aku yang suka hal yang praktis tidak pernah menginginkan hal yang ribet. Hidup harus dinikmati dan inginku pun terjadi pada tulisanku. Menulis menjadi caraku untuk menikmati hidup.


Memang beberapa kali aku merasakan rezeki lewat event ngeblog, tetapi aku tidak begitu mengejarnya. Jika aku berhasil, maka itu kuanggap sebagai suatu kebetulan. Toh, aku bukan blogger ahli, tetapi printilan teri saja.


Bagiku, mengikuti event ngeblog adalah caraku untuk mengasah dan belajar keterampilan menulis. Aku sadar diri bahwa keterampilan menulisku sangat butuh perbaikan. Di sisi lain aku merasa bangga bahwa aku menjadi bagian dari blogger Indonesia.


Orang seringkali melihat seorang blogger sebagai penulis yang bisa menuliskan apa saja. Berbeda denganku, menjadi seorang blogger menjadi jalan ninjaku untuk bertemu dengan berbagai blogger lainnya. Meskipun aku belum pernah bertemu dengan mereka di dunia nyata, itu sudah lebih dari cukup. 


Bertemu dengan para blogger di dunia maya sebagai blogger membuatku tahu bahwa ada blogger yang ramah untuk belajar dan bekerja sama, ada juga yang cuek dan kurang care dengan teman blogger. Interaksi menjadi kita tahu bahwa tidak semua blogger tahu cara berinteraksi dengan pemula.


Menjadi blogger adalah jalan bagiku untuk memahami diri sendiri sebelum memahami orang lain. Dari sebuah blog yang dikerjakan sendiri, diisi sendiri, dan mau seenaknya sendiri, aku belajar banyak bahwa pada dasarnya ngeblog itu bagaikan buku diary yang bisa ditulis apa saja. 


Kalau dulu, aku mengisi blogku ini dengan materi mata kuliahku. Dengan berbagi materi itu, aku merasa sedikit lega. Setidaknya aku bisa berbagi ilmu di sini. Semua bebas mengambilnya.


Niche, Pilihan Hidupmu

Tentang niche, aku pikir minatku ke arah mana, ya? Aku saja tidak pernah memikirkan harus fokus ke satu sisi ini, bukan sisi lain. Ah, menulis bagiku sakarep sajalah. Yang penting kalau lagi mood, lanjut garap dan jangan ditunda. Kalau sedang tidak mood, ke laut saja. Pada prinsipnya, menulis itu tidak harus dipaksa meskipun ada kalanya menulis pun butuh paksaan. 


Seperti hari ini, mood untuk menulisku tiba-tiba muncul tanpa diundang. Dia datang dengan iming-iming yang tidak biasa. Tinggal duduk sebentar, lalu mulai menuliskannya di sini. 


Jika dipikir, menjadi blogger itu menyenangkan dan tidak sulit. Hal inilah yang membuat perjalanan ngeblog sering tersendat dan terasa sulit, yaitu rutinitas dan kemalasan. Kemalasan membuat orang malas bergerak, malas menulis. 


Aku ingin teriak, tetapi nyatanya tidak bisa dilakukan. Bergerak perlahan untuk mulai membangkitkan diri sendiri yang tertidur lama. Mungkin, bergerak ini menjadi tanda kebangkitan sejati. Entahlah, apakah itu mungkin terjadi?


Aku sering melihat seorang blogger yang produktif sekali dalam menulis. Setiap hari meskipun tanpa ada event menulis, seseorang itu mengajak kami untuk jalan-jalan mengetuk pintu para blogger yang masih mager di dalam selimutnya. Lalu, memberi percikan api yang bisa menghangatkan.


Semoga ini adalah awal baru untuk terus mengisi blog ini biar tidak jadi sarang jin. Kasihan juga nasib blog yang bersarang jin. Pasti nanti ngeganggu penghuninya. Waduh, bisa gawat enggak tuh?


Semoga lewat challenge sederhana ini, para blogger bertambah semangat mengasah kemampuan menulisnya. Tak ada pisaunyang tajam tanpa diasah. Selama masih mau mengasahnya walaupun sebentar, insya Allah pisau itu bisa digunakan untuk memotong-motong. Yang terpenting, untuk saat ini niatkan mengasah pisau karena suatu hari nanti pisau itu akan digunakan untuk berbagai keperluan.

#TheCupuersIsBack 

#RamadanSoulJourney 

#BloggingAsIbadah



Menulis: Cara Saya Menikmati Hidup dan Mengasah Diri

  Blogger. Foto oleh Tony Schnagl: https://www.pexels.com/ Menulis bukan sudah lama kutekuni, tetapi seringnya aku keteteran dengan rutinita...