Navigasi

Menulis: Ibadah dan Kontribusi untuk Diri dan Masyarakat

 

Menulis

Menulis adalah kegiatan menggunakan salah satu anggota tubuh, yaitu tangan ini telah ada sekitar tahun 3000 SM. Pada saat itu bangsa Sumeria mencari alat bantu untuk pencatatan transaksi perdagangan dengan menggunakan aksara paku. Lalu, perkembangan tulis menulis ini terus berkembang hingga sekarang dan digunakan oleh berbagai wilayah di dunia.


Menulis menjadi kegiatan yang menghasilkan sesuatu simbol dan mengandung maksud tertentu. Menulis menggunakan segenap pikiran dan perasaan. Hasil dari cipta dan karsa dari menulis ini bisa dipahami oleh orang sekitar. 


Bagi sebagian orang, menulis menjadi kegiatan rutin, yang tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupan. Menulis menjadi manifes dari pemikiran, perasaan, dan perbuatannya. Ajaibnya, orang yang suka menulis atau menuangkan kegundahan dirinya akan menjadi orang yang bisa mengendalikan diri dalam masyarakat.


Kita mungkin tidak sadar bahwa ketika kita menulis, kita akan menurunkan ego dan mengontrolnya dengan superego agar tidak kebablasan. Menulis mengatur ritme untuk berbicara secara gamblang atau eksplisit.

Menulis adalah Ibadah

Sebagai khalifah di atas bumi, manusia diciptakan oleh Allah bukan hanya untuk memimpin dunia saja. Dengan akalnya, dia tahu bahwa dia adalah hamba-Nya yang harus menaatinya dalam suka atau tidak. Allah hanya ingin manusia beribadah dan tunduk kepadanya dengan ketundukan (ibadah) yang utuh. Itulah yang seharusnya lakukan di dunia ini, yaitu beribadah kepada-Nya.



Dikutip dari laman almanhaj.or.id, pengertian ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Secara syariat, ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Ibadah itu berupa ibadah hati, lisan, dan perbuatan.


“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Adz-Dzaariyaat/51: 56-58]


Jangan anggap Allah meminta sesuatu dari kita seperti rizki, makanan, dan lain sebagainya. Tidak! Allah tidak semua itu. Allah hanya menginginkan manusia untuk tunduk sepetuhnya dengan perintah-Nya.


Suatu perbuatan dikatakan ibadah jika perbuatan itu mengajak kepada keimanan kepadanya seperti kegiatan menulis. Saat tulisanmu itu berisi tentang keimanan, maka menulisnya menjadi ibadah. 


Alangkah indahnya dunia ini jika setiap tulisan itu berisikan kepada hal-hal yang membuat kita ingat kepada sang Pencipta. Tulisan yang mengajak kita merenung akan kebesaran dan keagungan-Nya. Tulisan yang bukan hanya pemanis bibir, tetapi mengajak ke dalam kemaksiatan.


Tulisan akan bernilai ibadah bila didalamnya, kita makin bersyukur. Yang ketika membaca tulisan itu, kita terus berdzikir dan berdoa. Tulisan yang tidak begitu banyak mendapatkan cuan dan pujian, tetapi dengannya orang mulai berpikir untuk berhijrah.

Kontribusi dan Manfaat Tulisan

Menulis bisa menjadi terapi bagi diri seseorang untuk memahami hidup. Melalui tulisan, orang bisa menyampaikan pendapat dan pemikirannya tentang sesuatu yang tidak bisa disampaikan secara langsung. Lewat tulisan orang bisa berkontribusi bila ada permasalahan.

Menulis


Tulisan yang dibuat bukan hanya simbol. Dia menjadi wakil dari pemikiran orang tertentu. Seperti ketika saya membuat sebuah tulisan, saya ingin menyampaikan kegundahan, kesenangan, rasa ingin tahu, ketertarikan saya pada suatu peristiwa atau keadaan sesuatu. Saya ingin berkontribusi dalam banyak hal lewat tulisan.


Misalnya, sebuah tulisan yang saya ikutsertakan dalam sebuah perlombaan menjadi bagian dari pemikiran saya yang tidak bisa disampaikan secara langsung. Dia menjadi kaki, tangan, dan mata saya dalam menanggapi sesuatu permasalahan. 


Selain itu, tulisan dalan challenge Blogspedia ini sendiri sangat bermanfaat bagi saya. Pertama, dengan menulis dan mencari tahu terlebih dahulu apa yang ingin ditulis, saya melatih diri untuk melatih kognitif agar lebih berkembang. Kedua, menulis bisa membuang 'sampah' pikiran yang selama ini ada dan mengolahnya menjadi informasi yang update


Ketiga, menulis menjadi bagian dari diri saya untuk mengkritisi kebijakan yang ada secara tidak langsung. Keempat, menulis membuat saya menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik untuk Indonesia dan umat. Secara gamblang, menulis memberikan manfaat bagi diri saya dan menyebarluaskan informasi yang baik ke khalayak umum.


Sebuah peradaban dimulai dari sebuah tulisan. Seperti peribahasa, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Ketika seseorang sudah tidak ada di dunia ini lagi, yang dikenang bukan wajahnya, tetapi berapa besar kontribusinya bagi sekitar.


Menulis bisa membuat seseorang menjadi bermanfaat untuk sekitar sebab banyak hal yang positif yang bisa disebarkan melalui tulisan. Saat kita tidak bisa berbuat banyak untuk orang lain, menulis menjadi jalan ninja untuk ikut aktif menyebarkan kebaikan. Oleh karena itu, seorang penulis harus berkomitmen untuk menuliskan hal-hal baik dan bermanfaat bagi banyak orang.


Menuliskan hal-hal yang baik, yang mengajak kepada sesuatu yang membuat keimanan kita meningkat dan hati kita tunduk pada perintah-Nya adalah ibadah yang nilai pahalanya besar. Mungkin apa yang kita tulis itu biasa, tetapi bagi orang lain yang membaca itu sangat luar biasa.


Bisa jadi tulisan kita itu bersifat sederhana, tetapi dia bisa menyentuh nurani yang paling dalam. Memulai dengan niat yang baik dalam menulis akan menghasilkan tulisan yang baik dan bermakna. Bukan tidak mungkin, tulisan sederhana itu bisa menginspirasi seseorang dalam melakukan kebaikan.


Referensi

Jawas, Yazid bin Abdul Qodir. 10 November 2007. Pengertian Ibadah Dalam Islam.

https://almanhaj.or.id/


#TheCupuersIsBack #RamadanSoulJourney #BloggingAsIbadah






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Silakan berikan pendapatmu disini ya ^^

Menulis: Ibadah dan Kontribusi untuk Diri dan Masyarakat

  Menulis adalah kegiatan menggunakan salah satu anggota tubuh, yaitu tangan ini telah ada sekitar tahun 3000 SM. Pada saat itu bangsa Sumer...