Aku bukan penulis handal. Aku pun belum memiliki banyak prestasi, tetapi aku ingin terus meningkatkan keterampilanku menulis serta terus mengasah kognitifku agar tidak terpendam jauh karena rutinitasku sebagai ibu rumah tangga. Karena itu, aku ingin mencari wadah yang bisa menampung keinginanku itu.
Ada banyak wadah yang bisa digunakan oleh penulis receh sepertiku. Mereka menyediakan tempat bagi orang sepertiku untuk berbagi cerita dan pengalamannya. Kulihat di sana mereka sering mengadakan kegiatan secara offline juga. Nama tempat itu adalah IIDN singkatan dari Ibu-ibu Doyan Nulis.
Meskipun aku ada di dalam IIDN, aku baru beberapa kali berkesempatan untuk mengikuti kegiatan di sana. IIDN merangkul beragam jenis penulis dan menjembatani melalui kegiatan positifnya.
Menjadi bagian komunitas besar itu bagai sesuatu yang sangat berharga bagiku. Meskipun tidak banyak yang bisa aku lakukan di sini, tetapi aku ingin IIDN menjadi tempatku bertumbuh dan berkembang dalam hobiku ini. Ada harapan besar ketika aku memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan IIDN.
Era Digital, Eranya Para Ibu Berkarya
Digitalisasi bukan hanya harus diketahui oleh anak muda, para ibu pun harus tahu bahwa dampak digital itu akan sangat berguna dalam menjalani kehidupan harian. Rutinitas yang harus dijalani setiap hari akan memicu stres tersendiri bagi para ibu rumah tangga sepertiku. Stres itu haruslah dikelola dengan baik agar mampu menjadi ibu yang sehat dalam menjalankan perannya.
Salah satu caraku untuk mengelola stres di dalam diri adalah dengan mengolah hobi yang kusukai, yaitu menulis. Bagiku menulis mampu mengurangi dampak stres yang kurasakan. Menyalurkan hobi menulis dan menambah pengetahuan pada hobiku itu memberikan kesenangan tersendiri di hati. Semua hobiku itu dijembatani oleh kegiatan-kegiatan IIDN.
IIDN adalah media digital yang mampu menaungi para ibu dalam menyalurkan hobi menulis. Di sana para ibu sepertiku belajar bagaimana menulis yang baik melalui pelatihan menulis, seminar, atau talkshow kepenulisan. Ruang digital menjadi berkah tersendiri dikala waktu dan kesempatan terasa tidak memungkinkan bagi para ibu untuk bergerak leluasa.
Belajar Bersama IIDN
"Carilah ilmu sampai ke negeri Cina."
Pepatah yang sering saya dengar ini menurut saya bukan sekadar pepatah. Kalimat itu memberikan semangat bagi siapa saja yang mau menuntut ilmu. Entah usianya masih belia, dewasa, atau hampir memasuki masa lansia. Setiap orang berhak bahkan wajib untuk menuntut ilmu, baik laki-laki atau pun perempuan.
"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim." (HR. Ibnu Majah)
Bukan hanya ibadah yang tertera di rukun Islam, menuntut ilmu menjadi ibadah tersendiri yang harus dilakukan oleh setiap muslim. Bahkan orang yang menuntut ilmu akan mudah mendapatkan surganya Allah.
"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
Tidak ada lagi alasan bagi seorang ibu untuk tidak menuntut ilmu di era digital ini. Apalagi bila reward yang didapat karena menuntut ilmu adalah kemudahan mencapai surganya Allah. Bagaimana, mengiyurkan sekali rewardnya, bukan?
Apalagi yang harus ditunggu? Fasilitas sudah tersedia, seperti internet yang sudah menjangkau di setiap pelosok daerah. Media untuk bertumbuh dan berkembang juga sudah banyak secara online atau offline.
Jika tidak berkesempatan mengikuti pembelajaran secara offline, maka melalui online (zoom atau google meet) ilmu bisa didapat dengan mudah. Bila tidak memiliki biaya, IIDN juga sering mengadakan kegiatan seperti itu. Mau berbayar atau tidak, IIDN memfasilitasi para ibu yang memiliki achievement yang tinggi dalam bifang kepenulisan.
IIDN hadir di tengah gempuran teknologi digital ini. Keberadaan IIDN menjadi meneguh langkah agar para ibu bisa menyalurkan hobi menulisnya. Dengan hobi tersebut diharapkan akan lahir tulisan yang bisa menangkal dampak negatif teknologi.
Harapan Terhadap IIDN
Seperti layaknya seorang yang sedang bertumbuh dan berkembang, IIDN pasti mengalami masa terpuruk. Aku yakin masa seperti itu dialami bukan hanya IIDN. Naik turun peminat IIDN bukanlah penghalang yang bisa melunturkan semangat IIDN untuk terus bersama ibu-ibu yang doyan menulis.
IIDN tetaplah berdiri dan teguhlah seperti pohon kelapa yang berada di tepi pantai. Meskipun setiap hari diterpa angin dan air laut, dia tetap tegak di sana. Cobaan yang datang jadikan bagian untuk tetap tegar, bukan melemahkan.
Aku yakin dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan oleh IIDN akan sejalan dengan dampak yang diberikan kepada para ibu. Materi kepenulisan yang disampaikan para pemateri menjadi ilmu yang bermanfaat bagi para penulis sepertiku. Aku berharap IIDN terus melanjutkan langkahnya untuk membersamai para ibu agar mereka benar-benar menjadi ibu-ibu doyan nulis yang berilmu.
Teruslah bertumbuh dan berkembang IIDN. Tambah lagi kegiatannya agar ibu-ibu yerus merasakan dampak dari keberadaanmu. Sebarluaskan kegiatanmu dan menjangkaulah kepada para ibu yang ingin berkegiatan menulis. Aku yakin masih banyak ibu yang hobi menulis dan menginginkan dirinya aktif dalam kegiatan menulis.
#IIDNAnniversary
#AnniversaryWritingJourney
#iidn

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung. Silakan berikan pendapatmu disini ya ^^