Navigasi

Perjuangan Pasang Google Analytics GA 4

Memasang google analytic di blog




Setelah lebih dari 3 bulan Blogspedia coaching 4 berlangsung, akhirnya saya pun berhasil lulus. Alhamdulillah, peserta yang lulus mendapat materi bonus. Materi bonusnya tuh bukan buat artikel-artikel seperti biasa, tetapi memasang tools yang dibutuhkan dalam blog kita. Memasang google analytics adalah materi bonus.


Perjuangan Memasang Google Analytic

Baiklah, jika teman-teman menuliskan step by step cara memasang Google Analytics, saya akan menceritakan perjuangan saya dalam menerima materi bonus ini. Kalau ada yang ingin tahu bagaimana cara pasang google analytics terbaru GA 4, ini deh tutorialnya dari wali kelas kita Kang Sugianto.


Di saat teman-teman bertanya di grup whatsapp tentang materi yang tentu saja sambil dipraktikkan, saya hanya bisa berbaring menatap ponsel yang berkedap-kedip tak berhenti. Semakin saya membac pesan masuk di grup Blogspedia Coaching 4, makin pusing kepala saya. Akhirnya, saya putuskan tidak membaca materi dulu.


Kejadian beberapa hari yang lalu itu berawal dari keterlambatan makan. Banyaknya aktivitas dan riwehnya anak-anak membuat saya terus saja bergerak. Di tambah lagi tamu dadakan yang datang ke rumah tidak tepat waktu. Mau nolak, enggak mungkin. Alhasil dengan kondisi tubuh yang memang sudah terasa panas dingin, saya tetap mengajak mengobrol dan melayani mereka.


Sorenya tuh, jemput si tengah sekolah, di tengah jalan gerimis mulai turun. Saya terobos saja bersama 2 anak saya. Eh, ternyata saya harus menunggu lagi dan lama. Mau pulang menyelamatkan jemuran pakaian, kasihan dengan 2 bocah tadi. Sudahlah, ikhlas deh pakaian basah semua.


Pulangnya, dapur yang tadi terbuka menjadi basah dan air tambes masuk ke rumah. Pakaian, sudahlah tak usah ditanya lagi. Toh saya sudah mengikhlaskannya. Kini fokus kembali kepada anak, yaitu makan sore alias makan malam kami.


Setelah semua siap makan dan memakan makanannya, saya pun makan. Sore itu saya ngerebus pare dan memakannya memakai sambal. Ehm, enak sekali makan sore itu. Perut rasanya nyaman sekali. 

Sakit dan obat


Semua berjalan seperti biasa sampai akhirnya beberapa menit menjelang magrib, perut saya mulai terasa melilit, seperti diremas, dan saya tidak bisa berdiri, hanya meringkuk menahan perut yang sakit. Ya, Allah, rasanya sakit banget mana suami lagi enggak ada di rumah. Air mata tak terbendung mengalir diiringi isak tangis si sulung. 


Sembari menahan sakit, saya sholat magrib sambil duduk. Anak-anak ikut memakmumi di samping saya. Setelahnya, tanpa sempat membereskan mukenah, saya kembali ke kamar. Anak-anak mengikuti dari belakang.


Sesampai di kamar, dengan sigap si sulung mengambil bekam, si tengah mengambil minyak kayu putih, dan si bungsu memegang perut dengan berdoa lirih,"Bismillah 3x. Bismillahi audzubillahi waqudrotihi min syarima ajidu wauhadziru." Ya Allah, air mata bahagia menetes di saat sakit yang makin terasa. Air mata haru karena sikap mereka kepada saya.


Entah berapa banyak jumlah lingkaran hitam bekas bekam, saya tak peduli. Yang penting bagi saya tubuh saya segera membaik. Sekujur tubuh yang tadinya dingin, mulai menghangat. Saya merasakannya, pelan-pelan ujung jemari yang diselimuti dan diduduki si sulung mulai terasa hangat. Dalam hati saya bersyukur.


Saya sempat tertidur beberapa menit setelah merasa tubuh terasa sedikit enakan. Namun, saya tatap dahi saya mulai menghangat. Saya minta dibuatkan segelas madu hangat pada si sulung. Dia pun membuatkannya. Saya pun tertidur.


Setelah bangun, ketiga bocah tadi sudah tertidur. Saya tatap wajah-wajah mereka. Namum, saya berhenti saat melihat si sulung yang tampak gelisah. Ternyata, dia demam! Segera saya bangunkan dia agar meminum sirup penurun panas. 


Masih dengan keinginan menunaikan tugas bonus 1 ini, saya buka kembali grup Blogspedia Coaching 4, hanya sekilas, saya sudah tidak sanggup. Sakit itu datang kembali dan saya meringkuk kembali. 


Besoknya, suami mengantarkan saya ke klinik karena sampai siang belum terlihat perubahan pada perut saya. Paginya, serangan sakit itu kembali lagi dan itu berulang kali. Apalagi saat saya paksakan untuk mengantar si tengah sekolah, lobang yang ada di jalan memperparah rasa sakit itu sehingg dari pulang itu saya meringkul lagi di kasur.


Jadi, total 2 hari rasa sakit itu saya rasakan. Saya tidak mau berpikir atau memikirkan hal yang berat-berat dulu. Saya ingin beristirahat. Saat deadline hampir datang, saya ceritakan kepada pak wali kelas. Alhamdulillah, respons beliau sangat baik sekali. Ya, meskipun hanya satu kata 'istirahat', itu adalah empati tertinggi bagi saya.



Lusa malam kemarin, saya mencoba membuka kembali tutorial di youtube pak Sugianto (sebelumnya sudah nonton separuh) dan saya coba praktikkan membuat akun google analytic. Alhamdulillah, berhasil, tetapi itu belum selesai. Saya tidak tahan dan saya hentikan saja.


Malam tadi, dengan menggunakan laptop satu-satunya milik suami. Yang hanya bisa dipakai saat malam, saya melanjutkan tutorial dan alhamdulillah google analytic untuk blog saya berhasil dan sudah terkoneksi dengan blog. Lalu saya lanjutkan ke materi bonus kedua, tetapi belum selesai.


Pesan Buat Semua

Begitulah teman-teman perjuangan saya saat memasang google analytic. Sebenarnya, dengan tutorial dari kang Sugianto yang sangat jelas itu, saya bisa memasangnya dengan cepat. Hanya kondisi yang menyatakan berbeda.


Saya berharap semoga teman-teman yang memiliki kendala kesehatan seperti saya kemarin, segera pulih dan Allah berikan kekuatan dan kesabaran. Yang penting, pola makan, pikiran, dan istirahat yang cukup setiap hari itu perlu. Ehm, enggak enak loh sakit itu. Jadi, sehat-sehat, ya.


Ingat 5 perkasa, sebelum 5 perkara, sehat sebelum sakit. Nikmat ini sering kali kita lalaikan. Tubuh ada haknya dan kita berkewajiban menunaikan hak itu. Sakit menjadi pengingat diri ini agar menghargai apa yang ada di depan kita. Sehat selalu teman-teman.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Silakan berikan pendapatmu disini ya ^^

JNE di Hati, JNE Dinanti

  Bermain balok "Senang banget Ummi melihat kalian seperti ini, bekerja dan bermain bersama dengan penuh canda tawa. Rumah jadi tenang,...