Navigasi

Cerita di Balik Pemasangan Domain .web.id

Temans adakah yang pusing alias pening kepala gegara tugas membuat blog kita ber-TLD seperti saya? Tos, yuk! Sebenarnya, tugas kali ini tuh teknis sekali, tapi ribetnya tuh kebangetan hehehe. Masalahnya, saya tuh suka sebel kalau terhalang sama masalah teknis kayak gini. 


Di kelas ternyata banyak juga teman yang sudah bisa mengganti blognya menjadi TLD. Masya Allah, saya senang mendengarnya, sekaligus berharap hal yang sama segera terjadi pada saya. Mungkin prosesnya saja yang membuat saya harus perbanyak sabar. Namun, bicara domain, Temans sudah tahu 'kan TLD itu apa?


Top Level Domain (TLD)

Dikutip dari niagahoster, TLD adalah bagian akhir dari suatu domain, seperti .co.id di niagahoster.co.id atau .com di google.com. Ternyata, kita bisa menggunakan nama yang sana asalkan TLD-nya berbeda.  Contohnya seperti melianaaryuni.com dan melianaaryuni.co.id, dan sebagainya.


Setelah membuka niagahoster dan melihat eksistensi blog, akhirnya saya memilih (.web.id) setelah nama blog saya. Pertimbangan nemilih .web.id ini pun dengan banyak pertimbangan loh. Jadi, ada cerita dibalik pemilihan .id di belakang nama blog saya.


Kisah di Balik Eksistensi Blog

Bicara tentang TLD, dulu (saya lupa kapan) jauh sebelum penugasan ini ada, saya pernah mendapatkan giveaway dari PANDI yang hadiahnya tuh domain .id. Duh, seneng banget mendengar kabar baik itu loh. Terus, balik deh ke blog wordpress saya yang aktif. Saya berniat ingin men-TLD-kan blog melianaaryuni.wordpress.com. Saya coba memilih melianaaryuni.id sebagai domain saya. 


Namun, setelah cek dan ricek, saya mau nangis. Lalu, tak suruh masuk lagi tuh air mata. Akhirnya air mata itu enggak jadi deh keluar. Masa' sih masalah gini aja nangis. 

Biaya domain wp


Saya akhirnya baru tahu walaupun blogspot itu  sama-sama blog gratis (maksudnya membuat akun tanpa biaya) seperti wordpress, tetapi untuk membuat blog  ber-TLD tuh tidak butuh biaya hosting. Secara praktis, wordpress memang top, tetapi dia masih butuh beli hosting. 

Setelah melakukan pembayaran, seneng banget loh, tapi eh ... kok belum berubah. Ternyata, ada yang harus saya lakukan lagi, yaitu memasuk data.

Pembayaran domain



Mengapa TLD Diperlukan?

Setelah bertahun-tahun ngeblog, saya yang mempelajari perjalanan tentang blog ini akhirnya mendapatkan suatu pemahaman. Pemahaman saya tentang TLD ini hanya sebatas apa yang saya lihat/baca dan rasakan ketika berhadapan langsung dengan blog-blog yang sudah TLD.


TLD sebuah blog itu diperlukan loh. Awalnya saya menganggap nulis ... nulis ... nulis ... terus nulis. Eh, lama kelamaan, terpropokasi juga nih hati saat mengikuti perlombaan blog. Apa sajakah gejolak di dalam diri saya tentang TLD blog ini.


1. Eksistensi Diri atau Bisnis

Ada enggak sih di antara Temans yang merasa seperti saya, ketika melihat sebuah blog ber-TLD tuh berdecak 'keren' atau sesuatu yang wah? Saya dulu seperti itu, lalu membandingkan blog gratis yang saya kelola. Duh, kapan sih bisa kayak blog ini. 


Secara awam, saya melihat pemilik blog yang sudah TDL adalah orang-orang yang memang benar-benar ingin ngeblog, bukan seperti saya. Yang kalau mau nulis atau share tulisan sehari sekali ayo, enggak posting sama sekali juga enggak apa-apa. Mereka yang blognya sudah TDL pasti akan benar-benar mengolah blog itu karena ada biaya yang harus dikeluarkan, betul? 


2. Prioritas

Blog yang sudah TLD dalam sebuah perlombaan menulis akan lebih diprioritaskan. Terbukti nih, banyak kegiatan lomba menulis blog itu memprasyaratkan blognya sudah TLD. Tersingkirlah blog gratisan seperti blog saya.


3. Pemenang

Jika ada perlombaan menulis blog, maka banyak blog yang sudah TLD menjadi  pemenangnya. Ih, curang banget kan panitia! Sebenarnya enggak juga sih. Blog yang sudah memiliki domain sendiri bila diberi back link akan mudah disamperi pengunjung. Trafficnya pasti lebih banyak daripada blog gratisan.


Bila melirik ketiga hal di atas, ciut kan nyali para blogger gratis. Oleh karena itu muncullah semangat memiliki domain sendiri. Saya ingin mengelolah blog dengan baik. 


Perjalanan Memasang Blog

Verifikasi data


Menyematkan .web.id pada blog saya tidaklah semudah yang dibayangkan. Apalagi saya memilih .id di belakang nama blog. Di saat teman-teman sudah berhasil, saya masih harus menunggu verifikasi. Waduh, gimana nih cara memasang TLD .web.id? 


Saya baru tahu kalau perkara menyematkan dokumen ini sangat diperlukan dalam .id. Sampai saat ini saya sudah upload 3 dokumen loh! Dokumen pertama, saya sematkan KTP saya yang lama (sebelum pindah di tempat sekarang ini). KTP saya ditolak, alasannya harus diunggah dengan file .pdf. 


Saya pun mencoba mengunggah kembali, mungkin KTP saya bukan dialamat sekarang. Jadi, saya upload KK  (karena KTP sekarang belum jadi). Saya buat file menjadi .pdf. Ternyata, file .pdf tidak bisa diupload. Eh, ditolak lagi! Alasannya sama pula!


Lalu, sore tadi, saya upload KTP yang paling lama dengan alamat sekarang (kembali ke kampung halaman). Sampai sekarang belum ada pemberitahuan lewat email. Ribet banget kan. Padahal  ketar-ketir juga loh lihat teman-teman yang sudah berhasil. Namun, entahlah saya  tidak memikirkan banget karena saya sudah katakan kepada mbak Marita kendalanya.


Masalah itu pun sudah saya jelaskan kepada CS Niagahoster. Kewenangan penggunaan .id ada di pihak PANDI (lembaga yang menghandle blog yang bereksistensi .id). Jadi, verifikasi itu bisa berlangsung 1-3 hari. Yah, kalau begitu tugas membuat blog TLD bisa saja molor dari deadline.


Jurus Jitu Bagi yang Berminat Membeli .id 

Jika ada yang bertanya menyesal enggak sih memilih .web.id di blog. Kan ribet? Saya katakan enggak. Alasannya, pilihan .id memang sudah lama saya inginkan. Saya memilih web.id itu karena blog saya memang cukup diperuntukkan untuk pembaca Indonesia. 


Selain itu, PANDI akan benar-benar menjaga agar blog .id terjamin keamanannya. Jadi, kemungkinan untuk dihacker sangat kecil. Heleh, kok takut banget sih di hacker, toh tulisan di blog itu aja tulisan receh! Tulisannya sih receh, tetapi datanya kan penting. 🙂


Buat Temans yang ingin membeli domain yang dibelakangnya ada .id, kalian mesti sabar, ya. Kayaknya, kita harus lebih saya dan memaklumi sebuah proses, ya. Bahwa setiap proses yang sulit pasti akan terlampaui. Yakinlah bahwa pada setiap kesulitan selalu diiringi dengan kemudahan. Seperti ini nih, dengan mudahnya saya menceritakan proses pemasangan domain hehehe.


Temans yang memilih domain .id harus rajin mengecek email, ya. Informasi verifikasi akan dilakukansecara berkala dan memerlukan waktu yang tak terhingga. Tidak usah mengeluh dan teruslah bersabar karena setiap kesuksesan itu berasal dari sebuah kesabaran. Jadi, saat ini saya sedang menunggu. Sembari menunggu, saya posting dulu nih gimana proses membeli domain pada blog saya. 


Peran Teman

Tahukah Temans, pemasangan domain ini tuh tidak terlepas dari peran teman sekelas. Mbak Chusnul yang juga memilih web.id awalnya memiliki kendala yang sama seperti saya. Namun, akhirnya mbak Chusnul berhasil lebih dahulu.

Beliau juga yang menjadi mentor yang sabar atas kebingungan yang saya alami melalui pertanyaan sata. Maklum, saya gaptek banget. Karena pengajaran yang pelan dan berbekal artikel niagahoster dari mbak Chusnul, akhirnya saya pun bisa. 


Namun, ketika hendak mengakses blog tanpa membubuhkan www, saya tidak bisa mengaksesnya. Saya pun bertanya di kelas, alhamdulillah mbak Alfiana menanggapi. Lalu, saya kembali ke artikel niagahoster. Saya temukan jawabannya, yaitu A record. Saya kembali kelola DNS dan hendak menambahkan A record. Eh, muncul peringatan. 

Bertanyalah saya kepada mbak Liha. Mbak Liha dengan kesibukannya menyempatkan diri bertanya perkembangan domain saya. Mbak Liha juga memberikan masukan tentang beberapa hal yang membuat pikiran saya bertanya-tanya. Termasuk akses blog tanpa www, tetapi saya belum yakin. Hingga akhirnya saya bertanya ke CS, Dini namanya. 

Kak Dini mengarahkan untuk menghapus A record yang ada dan tetap menambahkan 4 A record dengan kode yang berbeda. Bismillah, saya coba buka blog sata tanpa www. Alhamdulillah bisa! Leganyaaa.

Ternyata, saya sadar bahwa pada perkara yang tidak kita mengerti, maka perbanyaklah bertanya. Tak mengapa membaca pelan, tapi pasti. Berani mencoba. Andai tidak dicoba, lalu apakah bisa berhasil? Dalam hal sulit dan terdesak, sokongan teman atau saudara akan sangat membantu demi menyemangati diri. Terima kasih teman-teman dan mentor yang sudah banyak membantu tugas kali ini.

 Nah, di antara temans sekelas, ada mbak El yang juga sama kendalanya karena memilih .web.id. Ayo, tetap semangat dan bersabar!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Silakan berikan pendapatmu disini ya ^^

JNE di Hati, JNE Dinanti

  Bermain balok "Senang banget Ummi melihat kalian seperti ini, bekerja dan bermain bersama dengan penuh canda tawa. Rumah jadi tenang,...