Navigasi

Kisah Pemimpinnya Ulama, Muadz bin Jabbal

Pemimpin ulama: Muadz bin Jabbal


Begitu mendengar nama Muadz bin Jabbal. Saya langsung teringat bahwa rosulullah saw telah menjamin 10 orang sahabat yang dijamin surga Allah. Salah satunya adalah Muadz bin Jabbal. Pantas saja bila beliau ditempatkan sebagai sahabat yang dijamin surga oleh nabi Muhammad saw.


Beberapa hari yang lalu, seperti rutinitas harian saya dan anak-anak adalah membaca buku. Buku yang berjudul Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rosulullah ini belum pernah tertuntaskan. Entah saya yang membaca sendiri atau bersama anak-anak.


Sebelum saya mengulas kisah Muadz bin Jabbal, saya sertakan dulu indentitas bukunya, ya. 

Judul: Karakteristik Perihidup 60  Sahabat Rosulullah

Penulis:Khalid Muhammad Khalid

Penerbit: Diponegoro, Bandung

Jumlah Halaman: 704 halaman


Sosok Muadz bin Jabbal

Muadz bin Jabbal adalah golongan assabiqul awwalun dia ini adalah sahabat yang luas pengetahuannya dan termasuk ahli fikih sehingga rosulullah memujinya.

"Ummatku yang paling tahu akan yang halal dan yang haram ialah Muadz bin Jabbal."


Rosulullah saw. tidak serta merta memuji Muadz bin Jabbal seperti itu. Banyak kisah yang menunjukkan akan sikap Muadz terkait dengan pernyataan rosulullah itu. Seperti kisah beliau memberikan sebagian hartanya karena takut akan keharaman atau subhat darinya.


Acuan Dalam Menyikapi Permasalahan Hidup



Rosulullah adalah orang yang sangat tahu karakter para sahabat yang ada di sekitar beliau. Kelebihan-kelebihan para sahabat ini akan dikisahkan satu per satu dengan indah dalam buku ini.


Seorang sahabat yang sangat tahu pedoman dalam menyikapi permasalahan hidup dan apa saja yang harus dilakukan saat permasalahan itu ada ialah Muadz bin Jabbal. Suatu ketika rosulullah hendak mengirimnya ke Yaman, sebelum itu beliau bertanya.

"Apa yang menjadi pedomanmu dalam mengadili sesuatu wahai Muadz?" Kitabullah, ujar Muadz. "Bagaimana jika kamu tidak menjumpai dalam kitabullah?" tanya rosulullah pula. "Saya putus dengan sunnah rosulullah," ujar Muadz. "Jika tidak kamu temui dalam sunnah rosulullah? 'Saya pergunakan pikiran untuk berijtihad dan saya takkan berlaku sia-sia.' Maka berseri-serilah wajah rosulullah,  sabdanya:" Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufik kepada utusan rosulullah sebagai yang diridhoi oleh rosulullah."


Masya Allah, Muadz bin Jabbal yang cerdas dan pantas dijadikan utusan ini tahu betul apa yang harus dilakukan bila menghadapi suatu permasalahan. Permasalahan sekecil apa pun yang dialami oleh manusia hendaknya berdasarkan 3 hal seperti yang dikatakan oleh Muadz bin Jabbal, yaitu Al Quran, hadits, fatwa ulama.


Seperti inilah yang seharusnya dilakukan oleh kita sebagai orang Islam. Urutan yang katakan Muadz bin Jabbal itu sudahlah tepat. Bahwa setiap manusia pasti memiliki permasalahan dan setiap permasalahan pasti ada jawaban atau solusinya. Yang pertama yang harus kita lakukan adalah melihat dulu di Al Quran apakah jawabannya ada, sepaket dengan hal itu, maka dikuatkan denga hadits nabi.


Oleh karena kecerdasannya itulah, Muadz bin Jabbal sering dimintai pendapat oleh Umar bin Khaththob. Dalam kajian di antara para sahabat, Muadz bin Jabbal ini hanya berbicara jika dimintai pendapat. Selebihnya, dia akan diam.


Prasangka Umar bin Khaththab Terhadap Muadz bin Jabbal



Muadz adalah seorang yang murah tangan, lapang hati, dan tinggi budi. Ketika rosulullah saw. wafat, Muadz masih berada di Yaman sejak dikirim oleh beliau untuk membimbing kaum muslim di sana. Di masa Abu Bakar, Muadz bin Jabbal kembali lagi ke Yaman dan menjadi kaya raya di sana. Umar bin Khaththab tahu akan hal itu, lalu mengusulkan kepada Abu Bakar agar kekayaan Muadz dibagi 2. 


Namun, tidak menunggu jawaban Abu Bakar, Umar mendatangi rumah Muadz dan menyatakan permasalahannya. Usulan Umar ditolak oleh Muadz. Keesokan harinya, Muadz yang mendatangi Umar. Sesampai di sana, Muadz menangis sambil berkata, "Malam tadi saya bermimpi masuk kolam yang penuh dengan air, hingga saya cemas akan tenngekan. Untunglah Anda datang, hai Umar dan menyelamatkan saya ..."


Mereka berdua pun mendatangi Abu Bakar dan Muadz meminta agar Abu Bakar mengambil seperdua hartanya. Namun, Umar berkata."Tiada suatu pun yang akan saya ambil darimu," ujar Abu Bakar.

" Sekarang harta itu telah halal dan jadi harta yang baik," ucap Umar.


Akhir Kehidupan Muadz bin Jabbal

Pesan terakhir Muadz bin Jabbal


Muadz pindah ke Syria dan menjadi gubernur militer oleh Umar di sana setelah Abu Ubaidah. Itu terjadi hanya beberapa bulan saja hingga pada usia 33 tahun Muadz meninggal. Umar pernah berkata dengan menyanjung Muadz.

"Sekiranya saya mengangkat Muadz sebagai pengganti, lalu ditanya oleh Allah kenapa saya mengangkatnya, maka akan saya jawab: Saya  dengar nabi-Mu bersabda:"Bila ulama menghadap Allah, pastilah Muadz akan berada di antara mereka."


Umar pun tak segan-segan akan mengangkat Muadz sebagai khalifah karena dia mendengar sabda nabi saw,"Muadz bin Jabbal adalah pemimpin golongan ulama di hari kiamat." Selain itu, Muadz menjadi kesayangan rosulullah. Sangkin sayangnya, beliau mengajarkan doa untuk Muadz.

"Allahumma a'innii 'alĂ  dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik--Ya Allah bantulah aku untuk selalu ingat dan syukur serta beribadh dengan ikhlas kepada-Mu."


Rosulullah pun menanyakan  keimanan Muadz, maka Muadz mengatakan bahwa dia itu benar-benar telah beriman di pagi hari dan tidak menyangka akan bertemu ladi waktu sore dan ketika di sore hari, dia tidak menyangka akan tetap beriman di sore hari.


Di antara pesan Muadz sebelum dia meninggal, saya mendapatkan keagungan jiwa di dalamnya. Berikut ini nasihat-nasihat Muad sebelum dia meninggal.

  1. Waspadalah akan tergelincirnya orang yang berilmu dan kenalilah kebenaran itu dengan kebenaran juga.
  2. Puasa dan berbuka
  3. Shalat dan tidurlah
  4. Carilah nafkah dan jangan berbuat dosa
  5. Janganlah mati kecuali beragama Islam
  6. Jauhi doa orang yang teraniaya


Kata Muadz, ilmu itu adalah mengenal dan beramal, maka pelajarilah ilmu dan beramallah. Muadz tidak takut mati bahkan dia sangat mengharapkan kematian. Dia menyambut kedatangan maut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Silakan berikan pendapatmu disini ya ^^

JNE di Hati, JNE Dinanti

  Bermain balok "Senang banget Ummi melihat kalian seperti ini, bekerja dan bermain bersama dengan penuh canda tawa. Rumah jadi tenang,...