Navigasi

Menghapal Surat Pendek dan Artinya untuk Anak

 

Menghafal Al Quran dan artinya

Menghafal adalah suatu kegiatan yang memerlukan daya ingat. Dalam menghafal pun ada proses di mana kecerdasan seseorang digunakan. Seorang dengan kecerdasan visual akan sangat mudah menghafal bila diiringi dengan gambar-gambar.


Menghafal dengan Menggunakan Kecerdasannya

Berbeda halnya dengan kecerdasan visual, anak dengan kecerdasan audiotorik akan lebih mudah jika mengingat sesuatu dengan cara mendengarkan. Anak dengan kecerdasan kinestetik dengan melakukan gerakan akan mudah bila diiringi gerakan. Adakah teman-teman yang mempercayai hal itu?


Yup, saya sendiri memiliki 3 orang anak dengan kecerdasn yang hampir mirip satu sama lain. Mereka cenderung memiliki kecerdasan audiotorik dan kinestetik. Terbukti bahwa dengan cara mendengarkan suara murotal atau lagu anak muslim beberapa kali ternyata mereka bisa menghafalnya.


Anak bungsu saya ketika mencoba mengulangi hafalan asmaul husna yang sering dinyanyikan oleh Runa dan Syakira, berusaha menghafal gerakannya. Dia mengingat hafalannya dengan gerakan tangan yang diperlihatkan oleh gurunya. Penggabungan tiga kecerdasan ini sebenarnya cukup membantu untuk mengingat kata yang banyak dalam waktu singkat.


Menghafal Surat Al Quran dan Artinya

Hafidz hafidzah


Adakah teman-teman yang memiliki target hafalan? Masya Allah, setiap kali saya mendengar ada orang yang berhasil menghafal 30 juz Al Quran, terasa bulu kuduk saya berdiri. Betapa tidak sampai sekarang pun saya masih berusaha untuk menghafal.


Jika pun saya belum bisa optimal menghafal, maka saya ingin anak-anak saya yang berhasil menghafal Al Quran.  Yang saya maksudkan mereka mampu menghafal, memahami artinya, dan mengamalkan apa yang diajarkan di dalam setiap hafalan itu. 


Beban para hafidz dan hafidzah itu bukan pada hafalannya yang banyak, tetapi pada seberapa besar pemahaman dan pengamalannya pada kandungan Al Quran yang telah dihafal. Seorang hafidz/hafidzah yang baik tahu betul betapa beratnya menjadi para penghafal Al Quran. Semoga Allah menjaga hafalan mereka dan membuat mereka bisa mengamalkan apa yang telah dihafalkan sehingga terlihat dalam perilakunya.


Sulitnya Menjaga Hafalan

Beberapa hafidz/hafidzah mengatakan bahwa akan lebih mudah menghafal daripada menjaga hafalan itu sendiri. Benar, orang yang sukses menghafal jika sudah disibukkan dengan kegiatan dunia, maka hafalannya seringnya hilang. Oleh karena itu, para penghafal ini harus pandai menjaga hafalannya.


Seperti saat kita sudah berhasil menghafal, maka yang dibutuhkan adalah mengulangi apa yang telah dihafal itu. Begitu pun yang dilakukan dalam menghafal arti surat. Mengulang adalah hal wajib agar hafalan yang telah ada tidak hilang. 


Lalu, kapan harus mengulang hafalan? Jika ditanya waktu kapan harus mengulang hafalan, maka tidak ada ketentuan yang pasti. Namun, sebaiknya pengulangan hafalan ini dilakukan lebih sering dan itu lebih baik. Entah itu dilakukan sebelum tidur atau setelah sholat.


Saya sendiri mengajak anak-anak mengulang hafalan Al Quran setiap sholat. Jadi, mereka membacakan surat tersebut saat sholat wajib. Jika mereka berjamaah dengan saya, maka membacakan surat yang dihafalkan. Alhamdulillah, meskipun tidak sesempurna yang diharapkan, saya pikir cukup untuk bocil-bocil seusia mereka.


Sebenarnya, anak-anak itu memang mencontoh kedua orang tuanya, terutana ibu. Ini menurut pengamatan saya. Oleh karena itu, dalam hal menghafal dan mengulangi hafalan, orang tua harus lebih baik dari anak-anaknya. Ini penting karena mereka akan semangat menghafal jika orang tuanya semangat untuk mengecek hafalan mereka. 


Sebagai orang tua, saya hanya berusaha untuk meningkatkan jumlah dan kualitas hafalan mereka meskipun saya sendiri pun sering tersedat-sedat. Namun, ketika anak-anak bersemangat untuk menghafal, semangat saya pun tumbuh kembali setelah layu. 


Menghafal Arti Surat

Pengingat diri


Menghafal ayat pada surat pendek ini bermula saat anak saya disuruh menghafal arti surat Al Kautsar. Tentu saja ini tantangan untuk saya sebagai orang tua. Saya sendiri pun kesulitan untuk menghafal arti surat Al Kautsar.


Saya akhirnya memutar otak bagaimana agar anak bisa menghafal arti surat tersebut dengan mudah dan menyenangkan. Lalu, saya teringat ketika mengajar dulu teman-teman guru bahasa Arab sangat mudah mengajarkan kosakata bahasa Arab bahkan kalimat singkat dengan cara bernyanyi.


Dari sana muncullah ide untuk menggubah arti itu menjadi lagu. Saya mencoba mengajak anak-anak untuk turut serta berpartisipasi dalam proses penciptaan lagunya. Mereka menawarkan ide-ide kepada saya. Saya coba ide itu, tetapi belum ada yang cocok.


Akhirnya, setelah mereka tidur malam, saya coba mengutak-atik iramanya. Ternyata setelah diperdengarkan kepada para bocil, mereka sudah bisa mengingat kalimat per kalimat. Masya Allah, hafalan arti surat terasa lebih menyenangkan. Anak saya yang usia 5 tahun pun bisa mengingatnya. 


Eh, sebenarnya ini bukan pertama kali saya menggubah. Saat SMA saya melakukan hal yang sama pada puisi Chairil Anwar yang berjudul Doa. Dulu materi bahasa Indonesia tentang karya sastra mengharuskan saya dan teman-teman untuk menghafal beberapa puisi.



Lalu, iseng-isenglah saya ubah puisi Doa itu dengan irama yang entah datangnya dari mana. Akhirnya, saya coba dan ternyata baru beberapa kali dinyanyikan, saya sudah hafal liriknya. Sampai sekarang pun saya tetap bisa menghafalkannya. Gubahan itu pernah saya sampaikan pada siswa saya dan alhamdulillah mereka pun bisa menghafalnya.


Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam hal menghafal pun sama karena tipe kecerdasan anak berbeda-beda. Namun, hendaknya kita sebagai orang tua memahami mereka dan berusaha untuk mendampingi serta mengoptimalkan usaha agar mereka bisa menghafal dengan baik dan cepat.


Ingat bukan gelar hafidz/ hafidzah yang kita harapkan dari mereka. Kita hanya mengharapkan keberkahan hidup untuk mereka. Kita hanya mengharapkan dengan hafalan itu mereka akan terjaga dalam kehidupannya. Ya, sebagai orang tua, kita berharap mereka dan kita akan selamat dunia-akhirat.




5 komentar:

  1. masyaallah, tipsnya bisa jadi catatan ini

    BalasHapus
  2. masya allah tabarakallah, paragraf terakhir musti cetak tebal dalam ingatan. makasih mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Semoga berkenan, ya, Mbak. Makasih😊

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung. Silakan berikan pendapatmu disini ya ^^

JNE di Hati, JNE Dinanti

  Bermain balok "Senang banget Ummi melihat kalian seperti ini, bekerja dan bermain bersama dengan penuh canda tawa. Rumah jadi tenang,...