Navigasi

Penting, Enggak Pentingnya Sebuah Branding Diri

Membangun personal branding


Branding diri sendiri menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang. Ketika seaeorang berhadapan dengan orang lain, dia pasti memiliki keminatan akan sesuatu. Minat ini akan membuat orang itu melakukan hal tersebut secara kontinyu.


Bagi saya seorang ibu rumah tangga tidak pernah memikirkan branding diri seperti apa. Namun, minat saya pada beberapa hal menjadikan saya mengikuti beberapa kegiatan. Sebut saja menulis. Minat menulis yang menjadi kesenangan saya ini dapat dituangkan dalam blog saya bahkan dalam kegiatan menulis buku antologi atau solo. Eh, semua itu saya lakukan karena rasa senang yang saya miliki dalam berkegiatan.


Branding itu Penting Enggak sih?

Saya tugas 9B, saya jadi mikir, sebenarnya branding itu sepenting apa. Sampai saat ini pun saya masih mempertanyakan hal itu kepada diri sendiri. Ya, apa hendak dikata, saya bukanlah pribadi yang terlalu memikirkan branding atau ciri khas. Dengan adanya materi 9B ini, saya mencoba untuk menilik apa sih branding saya yang sebenarnya.


Media sosial bagi saya menjadi tempat untuk mengekspresikan diri, mengembangkan kesukaan atau minat, juga berbagi pengetahuan kepada sesama teman. Dengan bermedia sosial, saya mendapatkan berbagai hal yang selama ini tidak bisa saya jangkau. Bahkan media sosial menjadi jembatan bagi saya untuk mengaktualisasikan diri.


Sebut saja instagram yang saat ini lebih saya perhatikan dibandingkan beberapa media sosial lainnya. Pada media sosial itu saya mulai membuka diri untuk menerima informasi terkait kehidupan, agama, sosial, atau hanya berupa kuis yang dapat menyelingi rutinitas rumah tangga. Hingga pertemuan dengan canva, aplikasi lain pun saya lakukan.


Branding itu bisa saja dianggap penting dan sebaliknya. Dia menjadi penting bila diikuti dengan kepentingan akan sesuatu dan sebaliknya. Dalam hal usaha misalnya, orang akan mudah mengenali seseorang dari usaha yang dilakukannya.


Branding memberi ciri khas tersendiri yang bisa terlihat secara kasat mata. Ciri khas ini juga yang mempengaruhi interaksi seseorang dengan orang lain. Tentu saja ciri khas ini dibangun dengan maksud tertentu.


Penulis yang Ingin Menjajaki Setiap Tulisan

Buku cerita anak


Sampai akhirnya, saya tahu bahwa saya adalah seorang yang konsen pada sebuah karya tulis. Kecintaan pada karya tulis ini membuat saya sadar diri akan kekurangan yang saya miliki. Banyak sekali yang harus saya pelajari dari ragam karya tulis.


Media sosial menjadi jembatan untuk membuat diri saya menjadi seorang penulis. Entah penulis apa pun, saya mencoba semua bentuk karya tulis. Saya belajar membuat puisi, pantun, cerpen, dan novel. Begitu tahu genre sebuah cerita, saya tak mau ketinggalan. Beberapa novel lahir untuk memenuhi rasa ingin tahu pada genre tersebut.


Yup, seorang penulis. Tepatnya, saya membranding diri saya sebagai seorang penulis cerita. Namun, saya tidak menutup kemungkinan untuk mempelajari artikel feature, jurnal, dan lain sebagainya. Ya, walaupun novel anak yang saya hasilkan belum begitu banyak. Namun, minat saya ke arah sana.


Pengiat Lingkungan

Aduh, untuk yang satu ini, saya tuh suka banget dengan isu lingkungan, seperti tentang perubahan iklim, persampahan, kebun, dan food waste. Bukan karena saya paham akan hal itu, tetapi bagi saya lingkungan yang sangat dekat dengan kita harus mendapatkan perlakuan lebih baik.


Selain itu, hobi berkebun saya mengantarkan pertemuan saya dengan berbagai media sosial para penggiat lingkungan yang lain. Kecanggihan mereka mengolah kebun sehingga  kebunnya bisa berhasil. Lingkungan yang sangat dekat dengan kehidupan menjadikan saya harus peduli terutama peduli tentang masalah sampah.


Kepedulian pada lingkungan ini terkait isu yang ada membuat saya mulai mengerti sebab dan akibat dari lingkungan yang buruk atau tercemar. Bahkan saya belajar bagaimana menjadi seseorang yang mencintai bumi.


Beberapa Hal Tentang Personal Branding

Tips membangun personal branding


Dengan melihat betapa pentingnya membangun personal branding, maka ada beberapa hal harus diperhatikan, yaitu 

1. Jadilah diri sendiri dan fokus pada kemampuanmu

Akan menjadi apa kamu nantinya dan bagaimana cara branding dirimu pada berbagai kegiatan, maka tetapjadilah dirimu sendiri. Kamu adalah seseorang yang mampu pada bidangmu sendiri. Tak usah menjadi orang lain sebab itu sangat tidak nyaman di hati.


Jangan pernah takut untuk membuka diri. Yakin bahwa kita mampu karena setiap orang pasti memiliki kemampuan dari Allah. Menutup diri hanya akan membuat diri kita dianggap tidak bisa bagi orang lain.


2. Belajarlah menikmati hidup

Di bumi ini banyak sekali hal yang kita butuhkan, bukan hanya branding. Ikuti sesuatu yang kamu sukai itu dan belajarlah banyak hal padanya. Nikmati saja semua proses yang berjalan. Setiap proses akan memberikan pelajaran berharga.


3. Bersyukur dengan semua pencapaian sederhana

Tidak semua orang mau membangun personal branding, maka bersyukurlah kita sudah berada pada posisi itu. Lalu, fokuslah pada satu bidang dan mengelola bidang itu dengan baik akan membuat suatu keberhasilan tak terkira. Lalu, bersyukurlah.


Orang di sekitar kita kan sangat mengerti siapa sebenarnya dari diri kita saat melihat apa saja yang kita berikan di media sosial. Interaksi kita dengan seseorang akan membangun branding diri kita. Oleh karena itu, brandinglah diri kita dengan berbagai kegiatan.

4 komentar:

  1. Masya Allah.. udah nerbitin buku ya.. keren sekaliii...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Mbak. Semoga tulisan sederhana itu bisa membawa berkah. Mohon doanya, ya, Mbak.😊

      Hapus
  2. MasyaAllah keren mb. Sudah nerbitin buku juga. Semangat terus menulisnya. Btw sama nih sbg ibu rumah tangga masih ngerasa bingung personal branding harus yang bagaimana. Semangat untuk kita. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe ... hu um, Mbak. Kalau saya random aja, Mbak. Yang penting saya menikmati dan menyukainya. Tetap semangat, Mbak 😊

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung. Silakan berikan pendapatmu disini ya ^^

JNE di Hati, JNE Dinanti

  Bermain balok "Senang banget Ummi melihat kalian seperti ini, bekerja dan bermain bersama dengan penuh canda tawa. Rumah jadi tenang,...